"Menjalankan Aturan, Menjaga Kepercayaan"
P. Syamsul Ma’arif duduk di tengah lingkaran kecil itu sebagai Ketua DPC Partai Bulan Bintang Kabupaten Pasuruan. Tidak ada podium, tidak ada jarak yang dibuat buat. Di sampingnya Mas Sulton, sekretaris yang menata lembar demi lembar dokumen dengan ketelitian yang senyap. P. H. Munip, bendahara yang baru bergabung, memperhatikan dengan sikap yang terukur. Jabatan boleh tinggi, tetapi tanggung jawab selalu lebih tinggi, dan tanggung jawab hanya tegak di atas ketertiban.
Kedatangan rombongan Bawaslu Kabupaten Pasuruan menambah bobot suasana. P. Rosadi, Komisioner Bawaslu Kabupaten Pasuruan, hadir bersama Ibu Devi, Ibu Anggi, serta staf lainnya yang mengenakan seragam resmi. Mereka tidak datang sebagai hakim, tidak pula sebagai tamu yang sekadar bersalaman. Mereka datang membawa mandat pengawasan. Pengawasan yang jujur bukanlah kecurigaan, melainkan penjagaan agar kepercayaan tidak runtuh oleh kelalaian.
.jpeg)
Surat bernomor 35/HM.02.00/K.JI-20/02/2026 tertanggal 09 Februari 2026 telah lebih dahulu berbicara melalui tinta dan kop resmi. Kamis, 12 Februari 2026, menjadi saat ketika huruf huruf itu memperoleh tubuhnya dalam bentuk pertemuan nyata. Pemutakhiran data partai bukan sekadar kewajiban administratif. Data yang diperbarui adalah tanda bahwa partai tidak menolak waktu, sebab yang menolak waktu akan ditinggalkan sejarah.
Dialog dimulai tanpa suara yang meninggi. P. Rosadi dari Komisioner berbicara dengan ketegasan yang bersandar pada aturan, bukan pada emosi. Ia mengingatkan bahwa pengawasan berjalan sesuai standar operasional, dari tingkat pusat hingga daerah. Aturan yang dipatuhi bersama bukanlah beban, melainkan pagar yang menjaga agar perjalanan tidak keluar jalur.
P. Syamsul Ma’arif Sebagai ketua PBB menyambut dengan sikap terbuka, bukan defensif. Ia memahami bahwa partai yang ingin dihormati harus terlebih dahulu menghormati hukum. Mas Sekretaris menyerahkan sebagian dokumen administrasi dalam map merah muda yang sederhana itu. Lembaran kertas yang tertib sering kali lebih kuat daripada pidato yang panjang, karena kerapian adalah bahasa integritas yang tidak memerlukan sorak sorai.
P. H. Munip memperhatikan setiap proses dengan ketenangan seorang bendahara yang baru memikul amanah. Dalam tatapannya tampak kesadaran bahwa angka bukan sekadar nominal, melainkan simbol kejujuran. Keuangan yang bersih adalah wajah partai yang bersih, dan wajah yang bersih tidak takut disinari terang.
Ibu Devi dan Ibu Anggi mencatat, mengklarifikasi, mengajukan pertanyaan dengan sikap profesional. Suasana terasa seperti silaturrahim yang matang, bukan formalitas yang kaku. Hubungan antara Bawaslu dan DPC PBB Kabupaten Pasuruan telah terjalin sejak periode sebelumnya. Kedekatan itu tidak mengurangi ketegasan. Kedekatan yang sehat adalah ketika aturan tetap tegak meski hubungan akrab, sebab persahabatan tanpa prinsip hanya akan melahirkan kelonggaran yang berbahaya.
Di atas lantai yang sama, cangkir kecil juga Probiotik dan lembaran berkas menjadi saksi bahwa demokrasi tidak selalu lahir di ruang megah. Ia tumbuh dalam percakapan yang tenang, dalam klarifikasi yang jujur, dalam kesediaan untuk diperiksa tanpa merasa terancam. Demokrasi yang dewasa tidak takut diawasi, justru ia tumbuh karena diawasi.
Pemutakhiran data partai bukan hanya memperbarui daftar nama. Ia adalah penegasan bahwa partai ingin tetap relevan dan terstruktur. Partai yang menunda pembaruan sedang menunda masa depannya sendiri. Struktur yang diperbarui adalah tanda bahwa partai memilih berkembang, bukan membeku.
Ketika sebagian dokumen telah diserahkan dan diperiksa, suasana beralih pada momen simbolik. Berdiri bersama di depan papan nama “Dewan Pimpinan Cabang Partai Bulan Bintang Kabupaten Pasuruan”, mereka mengabadikan pertemuan itu dalam sebuah foto. Bukan untuk pamer, melainkan untuk menandai bahwa transparansi telah dijalankan. Foto yang jujur lebih berbobot daripada pernyataan panjang, sebab gambar kepercayaan tidak mudah dipalsukan.
Tidak ada tepuk tangan yang riuh. Tidak ada deklarasi yang meledak. Yang ada hanyalah kesepahaman bahwa aturan harus dihormati, data harus diperbarui, dan silaturrahim harus dijaga dalam koridor yang benar. Partai yang tertib mungkin tidak selalu terdengar keras, tetapi ia akan bertahan lebih lama.
Pertemuan itu berakhir tanpa dramatisasi. Namun justru di situlah kekuatannya. Karena kerja yang sungguh sungguh tidak memerlukan panggung. Yang benar tidak butuh gema, ia hanya butuh konsistensi.
Dari ruang sederhana kantor sementara itu, satu pelajaran mengendap dengan tenang: bahwa partai dan pengawas bukan dua kutub yang saling menegasikan, melainkan dua penjaga yang berdiri di sisi berbeda demi menjaga tujuan yang sama. Pengawasan menjaga partai dari kesalahan, dan partai yang patuh menjaga demokrasi dari keretakan.
Hari bergerak melewati tengah hari, tetapi makna pertemuan itu tidak ikut berlalu. Ia menetap dalam kebiasaan yang akan dibangun setelahnya. Dalam kerapian yang akan dipelihara. Dalam komitmen yang akan diuji kembali. Demokrasi tidak dibangun oleh satu peristiwa, melainkan oleh konsistensi yang diulang tanpa lelah.
Dan di balik setiap lembar dokumen, di balik setiap senyum profesional, tersembunyi satu kebenaran yang berat namun mulia: bahwa integritas tidak pernah lahir dari sorotan, melainkan dari kesediaan untuk diperiksa dan tetap berdiri tegak.
.jpeg)
.jpeg)








